Jumat, 07 Mei 2010

Obesitas Balita


Faktor yang Menetukan Keadaan Obesitas pada Anak
Kegemukan sebenarnya disebabkan oleh 2 hal utama yaitu makan melebihi kebutuhan tubuh dan kurang menggunakan energi seperti kurangnya aktivitas sehari-hari.5 Selain kedua penyebab tersebut, ada faktor lain yang memegang peranan cukup penting yaitu :1
• Hereditar.
Obesitas dipengaruhi oleh faktor keturunan. Orang tua yang salah satunya menderita obesitas, maka 40-50% anakp-anaknya menderita obesitas. Sedangkan apabila kedua orang tuanya obesitas maka 70-80% anak-anaknya dipastikan menderita obesitas.

• Gangguan emosi.
Gangguan emosi merupakan sebab terpenting obesitas anak besar dan remaja. Pada anak yang sedang bersedih hati dan memisahkan diri dari lingkungannya tidak timbul rasa lapar yang berlebihan sebagai konferensi terhadap masalahnya.

• Gangguan hormon.
Walaupun sangat jarang, ada kalanya obesitas disebabkan oleh tidak adanya keseimbangan antara hormon, seperti pada sinroma cushing, hiper aktifitas adrenokortikal, hipogonadisme dan penyakit hormone lain.
• Faktor Sosial Ekonomi. Dengan semakin meningkatnya ekonomi seseorang maka semakin meningkat pula konsumsi makanannya baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
• Pendidikan orang tua.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sayogo dan Corric (1993) menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan prilaku orang tua khususnya ibu tehadap kebutuhan energy dan protein remaja

• Faktor aktifitas fisik.
Gaya hidup yang kurang menggunakan aktifitas fisik akan mempengaruhi terhadap kondisi tubuh seseorang. Meningkatnya kesibukan juga menyebabkan seseorang tidak lagi mempunyai waktu yang cukup untuk berolahraga secara teratur.


Menentukan Obesitas Pada anak
Obesitas terjadi karena adanya kelebihan energi yang disimpan dalam jaringan lemak. Gangguan keseimbangan energi ini dapat disebabkan oleh faktor eksogen (obesitas primer) sebagai akibat nutrisional (90%) dan faktor endogen (obesitas sekunder) akibat adanya kelainan hormonal, sindrom/defek genetik (meliputi 10%).6
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan apakah anak memiliki berat badan berlebih? Secara singkat, BB lebih dapat dilihat dengan memperhatikan KMS anak. Apabila di atas garis hijau, maka kemungkinan anak memiliki berat badan berlebih. Selanjutnya, dilihat tinggi badan anak, proporsionalkah? Dari WHO-NCHS, tidak ada klasifikasi overweight atau obesitas. Sehingga, indikator ini sulit dilihat secara objektif.7
Cara untuk membuat penilaian status gizi lebih (obesitas) pada anak yaitu cara medis (klinis) dalam pelayanan kesehatan individu anak, dan cara antropometri pada populasi anak. Sampai sekarang perhatian utama cara anhtropometri adalah untuk menentukan status gizi kurang (KEP) terutama pada balita. Sedangkan mengenai cara authropometri untuk menilai gizi lebih (obesitas), khususnya untuk anak lebih tua dan remaja belum mendapat perhatian. Belum tedapat suatu kesepakatan tentang kriteria gizi lebih yang biasanya terpadapt pada anak yang lebih besar, remaja dan bahkan orang dewasa, dapat dipegunakan untuk keperluan penelitian epidemiologi gizi.1
Kriteria gizi lebih berdasarkan indeks BB/TB adalah sebagai berikut Kategori BB/TB (%)
Obesitas super
>200
Obesitas berat
150-200
Obesitas sedang 135-150
Obesitas ringan 120-135
Over weight
110-120 BB/TB ; Presentase BB terukur BB persentil ke 50 pada baku standar NCHS yang bersamaan dengan tinggi badan terukur.1


Dampak Yang Ditimbulkan Pada Anak Yang Mengalami Obesitas

Gizi lebih pada anak merupakan fakto resiko untuk penyakit pernafasan dan kardiovaskuler dampak pada anak antara lain karena pertumbuhan dan perkembangan fisik yang lebih cepat matang, sehingga pada anak wanita mendapat Gemuk biasanya disebabkan karena tumpukan kalori atau bahan bakar yang tidak digunakan oleh pemiliknya. Bahan bakar berlebih ini ditimbun dalam bentuk lemak di bawah kulit. Bukan saja di bawah kulit, bahkan di mana saja. Otomatis timbunan bahan bakar ini membuat berat badan lebih dari semestinya.8
Banyak sekali akibat yang ditimbulkan oleh tumpukan ini bagi fungsi tubuh sehari-hari. Kulit yang berlipat-lipat mengundang perubahan pada struktur kulit. Tulang tungkai yang menyangga badan atasnya yang begitu berat juga berubah (bengkok). Bahkan jalan udara pun bisa terganggu kelancarannya akibat timbunan lemak di sekitar jalan napas.8
Bahan bakar yang berlebih ini juga membebani kerja beberapa bagian tubuh, misalnya kelenjar ludah perut atau yang dikenal sebagai pankreas. Ini yang kemudian dapat menimbulkan persoalan serius ketika ia dewasa. Pankreas mengolah gula (karbo hidrat) yang berlebihan untuk disimpan sebagai cadangan makanan. Kalau ia bekerja terlampau berat bertahun-tahun maka kemampuannya mengolah gula yang berlebih itu menurun sebelum waktunya dan gula di dalam darah tak semua tersimpan rapi. Faktor keturunan amat berperan dalam keadaan ini. Gula di dalam darah jadi tinggi dan gula ini berpotensi merusak jaringan tubuh bila dibiarkan berlama-lama.8
Selain itu dampak lain yang bisa ditimbulkan dari obesitas pada anak-anak adalah :9
1. Pada saluran pernafasan bayi, obesitas meningkatkan risiko infeksi saluran pernafasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru-paru

2. Menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan, akibat pembesaran tonsil (amandel) sehingga menyebabkan gangguan tidur, gejala-gejala penyakit jantungdan kadar oksigen dalam darah yang tidak normal. Keluhan lain nafas menjadi pendek,

3. Obesitas dapat menyebabkan kulit seing lecet karena gesekan, anak merasa gerah/panas, sering disertai biang keringat, maupun jamur pada lipatan-lipatan kulit

4. Obesitas dapat juga menghambat gerakan anak
5. Hipertensi (tekanan darah tinggi) pada masa pubertas, penumpukan lemak dalam darah, penyakit jantung koroner, penyempitan pembuluh darah, dan tekanan darah tinggi bertambah parah masa dewasa
6. Selain itu obesitas dapat juga memicu terjadinya penyakit kencing manis. Cara Mengatasi Obesitas pada Anak Anak yang obesitas, terutama apabila pembentukan jaringan lemaknya (the adiposity rebound) terjadi sebelum periode usia 5-7 tahun, memiliki kecenderungan berat badan berlebih saat tumbuh dewasa. Berat badan anak pada kasus obesitas tidak boleh diturunkan, karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Laju pertumbuhan berat badan sebaiknya dihentikan atau diperlambat sampai proporsi berat terhadap tinggi badan mencapai normal. Perlambatan ini dapat dicapai dengan cara mengurangi makan sambil memperbanyak olahraga.10
Sebaliknya untuk mengatasi obesitas anak atau mencegah anak Anda agar tidak mengalami obesitas, langkah-langkah yang dapat Anda lakukan antara lain sebagai berikut:9

• Perhatikan makanan yang akan diberikan untuk anak, Kurangi mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food, makanan ringan dalam kemasan, minuman ringan, cemilan manis atau makanan dengan kandungan lemak tinggi. Sebaliknya, sajikan daging dan sayuran segar. Perbanyak konsumsi buah dan susu yang baik untuk pertumbuhan anak. Berikan porsi yang sesuai dan jangan terlalu berlebihan.
• Berikan sarapan dan bekal untuk anak. Sarapan merupakan awal baik untuk anak saat memulai harinya. Ini diperlukan agar anak dapat kuat saat beraktivitas di sekolah dan mencegah makan berlebihan setelahnya. Dengan membawa makanan dari rumah, orang-tua dapat mengontrol gizi anak dan menghindari agar anak tidak perlu jajan di luar.

• Perbaiki teknik mengolah makanan. Jangan terlalu banyak menggoreng makanan agar tidak terlalu banyak lemak yang dikonsumsi. Anda dapat mencoba untuk mengukus, merebus atau memanggang makanan agar makanan lebih sehat.

• Tetapkan aturan makan. Biasakan agar anak Anda makan di meja makan bukan di depan televisi atau komputer. Banyak orang akan tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah disantapnya bila dia makan sambil menikmati tayangan televisi atau di depan komputer.

• Batasi kegiatan menonton televisi, video game atau penggunaan computer. Melakukan kegiatan tersebut akan membuat anak Anda malas bergerak, maka diperlukan aturan tegas tentang berapa lama kegiatan ini boleh dilakukan. Selanjutnya, Anda dapat membantu anak Anda agar menyenangi hiburan lain seperti bersepeda, bermain bola atau sekedar lompat tali.
• Lakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik. Anda dan anak-anak dapat merencanakan untuk melakukan kegiatan olahraga bersama seperti jogging, lari pagi, berenang, badminton atau olahraga lainnya. Atau rencanakan liburan bersama di pantai, kebun binatang atau taman sehingga Anda dan anak dapat lebih banyak berjalan kaki.



Kesimpulan
Berdasarkan uraian mengenai obesitas pada anak yang telah dijelaskan di atas. Maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut :
1. Obesitas pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti hereditary, gangguan emosi, gangguan hormone, faktor social ekonomi, pendidikan orang tua, dan faktor aktifitas fisik.

2. Obesitas pada anak dapat ditentukan dengan cara melihat KMS anak, menggunakan grafik IMT ataupun dengan metode antropometri.

3. Dampak yang ditimbulkan dari obesitas pada anak adalah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernafasan, dapat menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan, dapat menyebabkan kulit seing lecet karena gesekan, dapat juga menghambat gerakan anak, dapat menyebabkan Hipertensi (tekanan darah tinggi) pada masa pubertas, serta dapat juga memicu terjadinya penyakit kencing manis.

4. Cara mengatasi obesitas pada anak yaitu dengan memperhatikan makanan yang akan diberikan untuk anak, memberikan sarapan dan bekal untuk anak, memperbaiki teknik mengolah makanan, menetapkan aturan makan, mematasi kegiatan menonton televisi, video game atau penggunaan computer, dan melakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik


Saran

1. Kegemukan ataupun obesitas yang terjadi pada anak bukanlah merupakan suatu hal yang tidak bias diselesaikan, tetapi selalu ada solusi untuk menyelesaikannya.

2. Anak yang gemuk memang terlihat lucu, tetapi kegemukan itu akan berbahaya bagi si anak sendiri. Jadi sebaiknya orang tua tidak memberikan makanan yang terlalu berlebihan kepada anak. 




DAFTAR PUSTAKA
1. Ongkos, Marsel. 2002. Hubungan Antara Gizi Lebih (Obesitas) dengan Tingkat Kemampuan Fisik pada Anak Sekolah di SDK Ruteng V Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur.. Skripsi.
2. Sari, Yulia Permata. 2009. Mencegah Obesitas Pada Anak. (online). (www.mediaindonesia.com, diakses tanggal 9 Oktober 2009, pukul 20.00 WITA).
3. Anonym. 2008. Obesitas pada Anak-Anak. (Online). (www.beingmom.com, diakses tanggal 9 oktober 2009, pukul 20.00 WITA).
4. Radjab, Fatmawati. 2002. Konsumsi Makanan dan Kegemukan (Obesitas) di SD Nusantara Kota Makassar Tahun 2002. Skripsi
5. Wijayanti, Siwi Praptining. 2007. Hubungan antara Tingkat Pendapatan Keluarga dan Tingkat Pengetahuan Gizi dengan Keadaan Obesitas Anak pada Siswa SD Islam Terpadu Ihsanul Fikri Magelang. Skripsi

6. Mandang, Martini Shintya. 2009. Obesitas Anak Usia Dini Pada Kelompok Bermain di Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo
7. Rahma. 2008. Obesitas pada Anak Balita. (online). (geasy.wordpress.com diakses tanggal 9 oktober 2009, pukul 20.00 WITA).

8. Tanjung, Aries. 2009. Obesitas pada Anak. (online). (www.tabloidnova.com. diakses tanggal 9 oktober 2009, pukul 20.00 WITA).

9. Anonym. 2006. Obesitas pada Anak. (online). (www.conectique.com diakses tanggal 9 oktober 2009, pukul 20.00 WITA).

10. Rahmawati. 2008. Obesitas pada Anak Balita.(www.geasy.wordpress.com)

0 Comments:

Post a Comment