Minggu, 12 Juni 2011

Dasar Manajemen

Menurut George R. Terry, manajemen adalah pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui usaha-usaha orang lain. Pada bagian lain Terry juga mengatakan bahwa manajemen adalah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan planning, organizing, actuating, controlling, dan evaluation dimana pada masing-masing bidang digunakan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian, dan yang diikuti secara beruntun dalam rangka usaha mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Planning (Perencanaan)
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
Positif dan Negatif Perencanaan :
        Sisi Positif:
    Membantu melihat masa depan
    Koordinasi semakin baik
    Mengurangi ketidakpastian
    Lebih mendekatkan organisasi ke tujuannya
        Sisi Negatif:
    Waktu dan tenaga ekstra
       Penekanan yang berlebihan pada perencanaan mengakibatkan ketidakseimbangan dengan fungsi lainnya

Organizing (Pengorganisasian)
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. Pengorganisasian dapat diartikan sebagai keseluruhan kegiatan atau aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang dan penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masig-masing dengan tujuan terciptanya kegiatan atau aktivitas yang efektif dalam mencapai tujuan yang sebenarnya. Dengan kata lain, pengorganisasian mempunyai fungsi meliputi penyusunan struktur organisasi perusahaan dan pendelegasian wewenangnya.
Langkah-langkah/proses pengorganisasian:
a. Perumusan Tujuan
b. Penetapan Tugas pokok
c. Perincian Kegiatn
d. Pengelompokan kegiatan dalam fungsi-fungsi
e. Departementasi
f. Penetapan otoritas organisasi
g. Staffing
h. Facilitating
Organizing mempunyai fungsi:
Melakukan pembagian kerja dan mengatur kerja sama sebaik-baiknya.
Mencegah kelambatan dan kesulitan kerja.
Mencegah kesimpangsiuran/ keterlambatan kerja
Menentukan pedoman-pedoman kerja.

Actuating (Pengarahan / Penggerakan)
Pengarahan adalah tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah ditentukan ke arah tercapainya tujuan. Pengarahan ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada para anggota organisasi (bawahan), pemecahan masalah, pengembangan komunikasi, dan kepemimpinan (leadership).
Motivasi adalah proses pemberi motif (penggerak) kepada karyawan untuk dapat bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi secara efisien dapat tercapai.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi motivasi adalah:
a. Kebutuhan pribadi
b. Tujuan dan presepsi individu atau kelompok
c. Cara untuk mewujudkan kebutuhan, tujuan, dan persepsi.
Jenis motivasi ada 2, yaitu:
a.  Motivasi positif (merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara penambahan tingkat kepuasan tertentu)
b.  Motivasi Negatif (merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakuti atau mendorong seseorang melakukan sesuatu dengan cara terpaksa)
Kepemimpinan adalah proses yang dapat memotivasi orang lain untuk bekerja kearah pencapain tujuan tertentu. Dalam kepemimpinan terdapat tiga faktor utama:
a. Kekuasaan (power)
b. Wewenang (authority)
c. Pengaruh (Influence)

Pengawasan (Controlling)
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Pengawasan atau pengendalian adalah aktivitas untuk menemukan, mengoreksi adanya penyimpagan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Proses dasar pengendalian adalah:
a. Menetapkan standart
b. Mengukur prestasi kerja
c. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standart
d. Membetulkan penyimpangan/mengambil tindakan korektif
Tujuan dari pengawasan yakni:
a.  Mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan.
b.  Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan serta kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana berdasarkan penemuan-penemuan dan dapat diambil tindakan untuk memperbaikinya baik pada waktu ini ataupun akan datang.
c. Agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan intruksi yang telah dikeluarkan.
Faktor-faktor yang mengharuskan pengendalin harus ada:
a. Sasaran individu dan organizing biasanya berbeda.
b. Adanya suatu keterlambatan antara waktu sasaran yang dirumuskan dengan saat    merealisasikan.
c. Pengendalian proses (untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuan)
Tahap pengendalian proses:
a. Perencanaan (planning)
b. Pelaksanaan tindakan (execution)
c. Evaluasi tindakan (evaluation)

Evaluation
Evaluasi betujuan untuk menilai seberapa besar pencapaian target dan standar keberhasilan dari hasil/ tujuan yang telah tercapai. Evaluasi ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
Manajemen penting digunakan dalam organisasi karena :
1. Tidak ada organisasi yang berhasil baik tanpa menerapkan manajemen secara baik.
2.  Manajemen menetapkan tujuan, usaha untuk mencapai tujuan serta memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien.
3.  Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan/hasil secara teratur.
4.  Manajemen perlu untuk kemajuan da pertumbuhan.
5.  Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan.
Contohnya:
MANAJEMEN TBM CALCANEUS:
Tahapan-tahapan dalam operasional TBM :POACE
1. Planning
- Pendataan informasi– panpel
2. Organizing
- Pendelegasian tim dan pembagian job skription
- Administrasi dan logistik
3. Actuating
- On stage
- Koordinasi
- Dokumentasi
4. Controlling
- Debriefing
5. Evaluation
- Evaluasi bertahap/ menyeluruh.


0 Comments:

Post a Comment



Template by:
Free Blog Templates